Deli Serdang.AnalisaOne.com – Fakta memalukan terungkap soal pelayanan kebakaran di Kecamatan Sunggal. Satu unit mobil pemadam berkode nomor 08 yang diparkir di Kantor Camat ternyata rusak parah dan tidak bisa dioperasikan.
Padahal anggaran pemeliharaan sudah disiapkan mencapai ratusan juta rupiah. Kendaraan ini baru ditarik dan diganti setelah kasusnya menyebar luas, bukan karena kesadaran melayani masyarakat.
Padahal menurut data perencanaan tahun 2026, Dinas Pemadam Kebakaran Deli Serdang telah menganggarkan dana sebesar Rp749 juta khusus untuk pemeliharaan 10 unit truk pemadam dalam satu tahun, melalui proses pemilihan langsung.
Namun kenyataannya, mobil pemadam justru masih ditemukan sebagian rusak dan mangkrak hanya menjadi pajangan belaka di kantor Kecamatan Sunggal
Kondisi ini terbukti fatal saat terjadi kebakaran hebat di pabrik pipa Jalan Orde Baru,Desa Mulio Rejo pada Kamis lalu. Karena mobil pemadam setempat tidak bisa dihidupkan dan rusak, warga harus menunggu lama hingga bantuan datang dari Kota Binjai dan kecamatan lain, sementara api terus membesar.
Lucunya setelah peristiwa itu viral di media sosial dan diketahui akan ada rencana kunjungan Bupati Deli Serdang ke kantor Camat Sunggal pada hari Sabtu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Khairul Azman baru bergerak cepat.
Ia memerintahkan anggotanya agar mobil yang rusak di Kecamatan Sunggal itu ditarik dan ditukar dengan kendaraan yang masih layak pakai. Langkah ini dinilai bukan perbaikan nyata, melainkan sekadar pencitraan agar kepala dinas terlihat bekerja.
“Ini jelas merusak upaya Bupati membangun pelayanan prima kepada masyarakat. Kecamatan Sunggal adalah wilayah terbesar kedua setelah Percut, tapi hanya mengandalkan satu unit mobil pemadam yang kondisinya meragukan, kami bayar pajak pak bupati jadi tolong pelayanan harus di utamakan” kritik seorang warga yang kecewa dengan sikap Bupati Deli Serdang.
Informasi yang dihimpun wartawan, dari 22 kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, baru tersedia 12 unit mobil pemadam secara keseluruhan, dan hanya sebagian kecil yang benar-benar layak jalan.
“Bayangkan bang, ratusan juta anggaran disiapkan, tapi alat keselamatan dalam pelayanan kebakaran dibiarkan rusak. Artinya pelayanan kebakaran ini dianggap remeh,” sesalnya.
Warga menuntut agar setiap kecamatan minimal memiliki dua unit mobil pemadam, mengingat nyawa dan harta benda yang dipertaruhkan.
Sayangnya saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pemadam kebakaran, Khairul Azman hanya memberikan jawaban singkat.
Ia menyebutkan bahwa saat kebakaran terjadi, bantuan kendaraan sudah dikirimkan dari pos lain tanpa menjelaskan mengapa mobil di pos Sunggal dibiarkan rusak begitu lama meskipun sudah dimohonkan untuk diganti meski anggaran pemeliharaan tersedia.
Hingga kini, masyarakat masih mempertanyakan pengelolaan anggaran dan kesiapan peralatan yang seharusnya menjadi prioritas utama keselamatan publik khususnya di wilayah Kecamatan Sunggal.
Warga meminta agar Bupati Deli Serdang, Asriludin Tambunan segera mencopot Khairul Azman dari jabatannya lantaran tidak mampu bekerja maksimal dalam mendukung program Pemkab Deli Serdang.
“Kita minta agar Bupati segera mencopot Khairul Azman dari jabatannya. Beliau tidak mampu bekerja mendukung program bupati khususnya di Kecamatan Sunggal yang menjadi kecamatan terbesar ke dua”ungkap warga mengkahiri.(ri).
