BINJAI.analisaone.com – Praktik mencurigakan Tempat Hiburan Malam (THM) Samudera Selatan di Jalan Gunung Kawi, Kecamatan Binjai Selatan, kini menjadi sorotan tajam.
Bangunan yang secara perizinan tercatat sebagai kafe atau tempat pertemuan, ternyata disulap menjadi diskotek yang disinyalir menjadi pusat peredaran narkotika.
Fakta terungkap saat tim gabungan BNN Kota Binjai melakukan penggerebekan pada dini hari Minggu lalu tanggal (12/7/2026)
Operasi itu sempat memicu kepanikan pengunjung yang berdesakan dan mencoba melompati pagar untuk menghindari pemeriksaan petugas.
Di balik dentuman musik keras, petugas menemukan bukti mencolok di ruang toilet. Dimana sebuah loket khusus yang diduga sengaja dibuat untuk transaksi jual-beli obat-obatan terlarang kepada pengunjung.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa izin yang dimiliki hanyalah kedok untuk mengeruk keuntungan dari praktek haram.
Merespons hal itu, Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PAN, Rudi Alfahri Rangkuti, S.H., M.H., melontarkan kritik keras.
Ia menilai instansi terkait di Pemerintah Kota Binjai selama ini terkesan saling lempar tanggung jawab dan enggan menindak pelanggaran yang sudah terang-benderang.
“Pemko Binjai jangan lagi buang badan! Ini sudah melanggar peruntukan dan jelas menjadi sarang narkoba. Masih mau dibiarkan?” tegas Rudi dalam pernyataannya, Kamis (23/7/2026).
Politisi itu meminta agar tidak sekadar memberi teguran administratif yang tidak efektif. Tindakan tegas berupa pembongkaran bangunan adalah satu-satunya jalan menghentikan aktivitas ilegal tersebut.
“Segera lakukan koordinasi lintas sektoral. Jika izin sudah menyimpang dan terbukti jadi tempat transaksi narkoba, segera robohkan bangunan itu sebelum lebih banyak generasi muda yang hancur,” imbuhnya lugas.
Sorotan juga ditujukan kepada Kapolres Binjai yang baru saja menjabat, AKBP R. Bimo Moernanda. Rudi menantang kepolisian membuktikan komitmen memberantas narkotika tanpa pandang bulu.
“Saya ucapkan selamat bertugas kepada Kapolres Binjai di Kota Rambutan tercinta. Namun tugas berat sudah menanti dan tak boleh ditunda,” ujarnya.
Ia mendesak aparat menindak tegas pengelola hingga bandar yang beroperasi di lokasi tersebut. “Puluhan anak muda sudah terjaring dalam razia ini. Kita tidak boleh membiarkan generasi penerus terus dirusak barang haram,” pungkas Rudi.(tim).
