BINJAI.analisaone.com – Seorang pria bernama Dedi, yang menjabat sebagai Ketua Organisasi Persatuan Tukang Parkir Kota Binjai, dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang.
Dari keterangan korban,Pelaku diketahui mengaku berasal dari kelompok koordinator parkir yang dibentuk oleh Dinas Perhubungan Kota Binjai. Aksi tersebut diduga dilakukan untuk membelenggu dan menghentikan rencana aksi demonstrasi yang akan disampaikan korban bersama kawana-kawan di Pemko Binjai.
Hal tersebut diungkapkan secara tegas oleh kuasa hukum korban, Ferdinand Sembiring, SH.MH, saat diwawancarai wartawan kemarin.
Menurut Ferdinand, serangan terhadap Dedi bukanlah peristiwa biasa, melainkan memiliki keterkaitan erat dengan persoalan yang sedang diangkat oleh organisasi tentang kenaikan setoran tarif parkir di pemko Binjai.
“kami menduga kejahatan itu untuk menakut-nakuti dan membelenggu aksi unjuk rasa yang akan korban gelar bersama timnya. Mereka yang mengaku dari koordinator parkir binaan Dishub itulah yang melakukan penganiayaan dengan mencekik leher klien kami” ujar Ferdinand kepada wartawan.
Ia meminta agar Polres Binjai menanggapi kasus penganiayaan ini dengan serius dan transparan. Ferdinand menyoroti adanya persoalan yang masih belum tuntas terkait pengelolaan parkir.
Apalagi adanya dugaan kasus korupsi di sektor pengelolaan parkir di wilayah tersebut yang kabarnya mandek di Polres Binjai.
“Kasus dugaan korupsi parkir ini seolah terbelenggu di Polres Binjai. Kejadian yang menimpa Dedi ini justru menjadi bukti nyata bahwa ada fakta yang disembunyikan terkait pengelolaan parkri. Namun yang disayangkan, pihak kepolisian justru menghentikan proses atau tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus dugaan korupsi parkir, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat,” tegasnya.
“Dan ini muncul masalah baru yang para jukir ingin menggelar aksi, yaitu setoran naik,namun harus dilaporkan tidak sesuai. Ini jelas bertentangan dan terjawab bahwa pengelolaan parkir masih dilanda masalah”ungkapnya.
Lebih lanjut, Ferdinand meminta aparat kepolisian bersikap jeli dan objektif dalam menangani perkara penganiayaan ini. Ia menyebut adanya indikasi keterkaitan pihak tertentu.
“Kami minta Polres Binjai tidak menutup mata. Apalagi kasus ini diduga melibatkan oknum Kepala Dinas Dishub Kota Binjai saat ini. Dan terkait korupsi parkir berhubungan dengan eks kepala dinas yang memiliki hubungan keluarga dengan Walikota. Jangan biarkan hukum tidak berjalan adil hanya karena ada keterkaitan jabatan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polres Binjai maupun Dinas Perhubungan terkait pernyataan dan tuduhan yang disampaikan oleh kuasa hukum korban.(ri).
