BINJAI.analisaone.com – Proses seleksi dan persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Binjai Tahun 2026 diwarnai polemik dan kecurangan tinggi.
Sebab, muncul kabar adanya seorang Atlet Paskibra yang terpilih berinisial Rev mendadak digantikan oleh orang lain hanya karena kelelahan di rumah sakit.
Rev yang di temui wartawan di rumah sakit menjelaskan peristiwa itu bermula pada hari selasa,4/8/2026, saat itu dirinya mengikuti sesi latihan rutin unruk persiapan upacara kemerdekaan yang di akan di laksanakan di Lapangan Merdeka Kota Binjai.
Dalam latihan tersebut para tim paskibra menjalani latihan baris-berbaris dan berdiri di tempat (parade) selama kurang lebih 30 menit dengan mengikuti arahan dari struktur paskibra.
Namun saat jam istirahat, Rev tiba-tiba mengalami pusing kelelahan, lalu tim kesehatan langsung membawanya ke rumah sakit RSUD Djoelham Binjai untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saya sudah terpilih bang, saat mengikuti latihan, nah di situ saya kelelahan, mungkin kemarin banyak kegiatan lain dan kurang minum, jadinya saya terjatuh lelah. Lantas tim kesehatan membawa saya ke RSUD Djoelham” kata Rev.
Parahnya, saat Rev di rawat di RSUD Djoelham, Bukan kata semangat yang di titipkan oleh tim seleksi dari Kesbangpol Binjai, justru Revan di sodorkan oleh pegawai Kesabangpol berinisial RPA melalui pesan WhatsApp surat Pengunduran diri yang saat ini belum di tandatanganinya.
“Saat saya dirawat di RSUD Djoelham, saya terkejut di suruh menandatangani surat Pengunduran diri. Surat itu dikirim oleh ibu RPA ke saya melalui WhatsApp. Disitu saya katanya di gantikan langsung. Bahkan saya juga di keluarkan dari grub atlit paskibra” sesal Rev.
Harapan REV menjadi atlit paskibra dalam pelaksanaan perayaan kemerdekaan kini telah pupus di tengah jalan hanya karena dirinya sakit lelah berdaskan hasil pemeriksaan rumah sakit Djoelham.
“Padahal saya ikut paskibra ini untuk membanggakan orang tua dan semoga kedepan bisa menjadi taruna. Kini harapan itu sudah hilang bang. Hanya karena lelah, langsung di gantikan” ungkapnya.
Hal itu di perparah, ternyata dengan kondisi Rev yang kelelahan hingga di rawat di RSU menjadi dugaan skenario pesanan untuk menggantikan Rev dengan orang lain yang diduga tidak lolos seleksi paskibra kemarin di gelar.
Pihak kesbangpol berinisial RPA justru mendatangi rumah sakit untuk mengambil seluruh perlengkapan atribut paskibra milik REV yang di beli menggunakan anggaran APBD mulai dari satu setel pakaian Dinas Pakaian Lapangan (PDL), sepatu, hingga topi.
“Ibu itu dari Kesbangpol, dia yang ngambil bajunya satu setel, PDL sama sepatu sama topi di rumah sakit,” ungkap Rev.
Kesedihan itu di ceritakan REV saat dirinya telah mampu mengalahi para peserta setelah melewati tujuh tahapan seleksi yang sangat ketat sebelum akhirnya keluar sebagai perwakilan terbaik dari sekolahnya.
Herannya, Kepala Badan Kesbangpol Kota Binjai, Drs. Ruslianto, M.Pd., yang disoal tentang aturan atlit paskibra dan dimintai tanggapan terkait adanya dugaan manipulasi aturan memilih bungkam.
Sementara, pihak rumah sakit RSU Djoelham menjelaskan bahwa kondisi Rev tidak mengalami masalah berat dan sudah dinyatakan sehat untuk beraktivitas kembali sebagai paskibra.
“Kalau dari dokter, diagnosisnya tonsilitis, faringitis, sama kolik abdomen. Penafsirannya enggak ada masalah apa-apa, mungkin dia kurang minum. Tapi kalau untuk kasus berat sih tidak ada, Pak,” jelasnya.
Ia juga memastikan korban sudah diperbolehkan pulang dan layak beraktivitas seperti sediakala pada hari itu.
“Sudah bisa pulang hari ini… Sudah (bisa beraktivitas),” pungkasnya.(ri).
